PSM Makassar Taklukkan PSIM Yogyakarta 2-1 dalam Lanjutan Super League

PSM Makassar berhasil mengalahkan PSIM Yogyakarta dengan skor 2-1 dalam pertandingan pekan kelima BRI Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat, 16 Oktober 2026. Kemenangan ini menjadi hasil positif pertama Juku Eja pada musim tersebut setelah menjalani empat pertandingan tanpa kemenangan. Achmat Fahrul Aditia membuka keunggulan PSM pada menit ke-51, sebelum Stefan Jevtoski menggandakan skor pada menit ke-66. PSIM kemudian memperkecil ketertinggalan lewat penalti Ze Valente pada menit ke-82. Duel Sepak Bola ini semakin menegangkan ketika PSM harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Dusan Lagator menerima kartu merah.
Hasil PSIM Melawan PSM Makassar Berakhir untuk Keunggulan Tim Tamu
Pertemuan kedua kesebelasan di Stadion Sultan Agung menyajikan pertarungan yang kompetitif dalam persaingan kasta tertinggi Sepak Bola Indonesia. Menjalani pertandingan kandang, PSIM ingin memanfaatkan keuntungan bermain di Bantul. Di pihak lawan, PSM Makassar berusaha memperoleh hasil positif pertama musim ini. Tim asuhan Darije Kalezic mencoba menciptakan peluang secara efektif. Meskipun kedua tim berupaya menyerang, kedua kesebelasan gagal membuka skor sebelum jeda. Situasi tersebut membuat babak kedua menjadi semakin penting.
Dalam 45 menit awal pertandingan, PSIM berusaha memanfaatkan penguasaan bola. Walaupun berusaha mengambil kendali permainan, peluang yang diperoleh belum membuahkan keunggulan. Sementara bagi Juku Eja menjaga peluang melalui serangan yang lebih langsung. Persaingan kedua tim menunjukkan pengaruh organisasi permainan. Pada laga dengan tekanan tinggi, penyelesaian akhir yang berhasil bisa menentukan arah permainan. Karena itu, kemampuan memanfaatkan peluang berikutnya memainkan peranan penting.
Achmat Fahrul Aditia Pecahkan Kebuntuan pada Menit ke-51
Ketika kedua kesebelasan kembali bermain, PSM Makassar menemukan kesempatan untuk membuka skor. Penggawa Juku Eja tersebut berhasil memecahkan kebuntuan pada menit ke-51. Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 0-1. Untuk skuad Darije Kalezic, mencetak gol setelah jeda memberikan keuntungan besar. Sementara bagi PSIM, kebobolan lebih dahulu meningkatkan tekanan. Gol pada awal babak kedua mengubah pendekatan kedua tim.
Kontribusi gol pembuka pemain PSM tersebut memainkan peranan penting dalam perubahan momentum setelah babak pertama. Pada persaingan liga dengan kualitas ketat, ketajaman saat peluang muncul menjadi faktor yang sangat penting. Tim tamu mampu mencetak gol pada momen penting meskipun tuan rumah lebih dominan dalam penguasaan bola. Situasi tersebut menunjukkan bahwa dominasi bola tidak selalu menjamin kemenangan. Setelah memimpin, PSM dituntut mengantisipasi tekanan lanjutan karena PSIM masih memiliki waktu mengejar.
Juku Eja Memperbesar Keunggulan lewat Stefan Jevtoski
Setelah memperoleh gol pertama, PSM Makassar tetap berupaya menambah keunggulan. Pendekatan permainan Juku Eja menghasilkan gol tambahan pada menit ke-66. Stefan Jevtoski berhasil mencetak gol kedua setelah berhasil melakukan penyelesaian akhir. Tambahan gol pemain PSM itu memberikan jarak dua gol. Untuk tim asuhan Darije Kalezic, keunggulan 2-0 menjadi modal penting. Sebaliknya, PSIM harus mencari cara mengejar ketertinggalan.
Keberhasilan mencetak gol pada menit ke-51 dan ke-66 memperlihatkan efektivitas serangan. Walaupun tuan rumah mempunyai penguasaan bola lebih tinggi, PSM berhasil mengubah kesempatan menjadi keunggulan. Ketika peluang tidak selalu datang dalam jumlah banyak, kualitas sentuhan terakhir dapat menentukan hasil. Walaupun berada dalam posisi nyaman, PSM belum dapat menganggap pertandingan selesai. Pertandingan ternyata menghadirkan ujian tambahan setelah PSM kehilangan satu pemain pada menit-menit menjelang penutupan laga.
Unggul Dua Gol, Juku Eja Menghadapi Ujian Berat akibat Kartu Merah
Situasi pertandingan berubah ketika Dusan Lagator harus meninggalkan lapangan akibat hukuman kartu merah. Pemain bertahan sekaligus kapten PSM tersebut terpaksa meninggalkan lapangan. Akibat keputusan wasit, PSM Makassar melanjutkan pertandingan dengan kekurangan satu pemain. Perubahan jumlah pemain memberikan tantangan taktis besar. Laskar Mataram yang sedang mengejar skor mempunyai kesempatan meningkatkan tekanan. Menghadapi situasi tersebut, kedisiplinan bertahan menjadi prioritas.
Menghadapi kekurangan satu personel membutuhkan penyesuaian strategi. Apabila jumlah pemain berkurang, ruang di lapangan menjadi lebih sulit ditutup. Juku Eja harus menyesuaikan organisasinya ketika pertandingan memasuki fase penentuan. Dalam menghadapi tekanan lawan, kemampuan menjaga penguasaan ketika memungkinkan memiliki nilai strategis. Walaupun masih memimpin 2-0, PSM tidak mampu mempertahankan selisih dua gol setelah PSIM mendapatkan tendangan penalti.
PSIM Perkecil Ketertinggalan lewat Gol Ze Valente
Keunggulan jumlah pemain membuka kesempatan bagi tuan rumah dalam membangun tekanan pada fase akhir. Pada menit ke-82, PSIM memperoleh tendangan penalti. Ze Valente dipercaya menjadi eksekutor dan mampu menuntaskan peluang tersebut. Penyelesaian akhir Ze Valente membuat skor berubah menjadi 1-2. Momen tersebut memberikan harapan kepada PSIM. Pada menit-menit akhir, setiap serangan menjadi penting.
Setelah penalti Ze Valente, tuan rumah semakin membutuhkan gol tambahan. Keunggulan satu gol PSM menuntut konsentrasi hingga peluit panjang. Tim tuan rumah mencoba membangun peluang berikutnya, tetapi skor tidak kembali berubah. Hingga pertandingan berakhir, PSM Makassar menutup pertandingan sebagai pemenang. Kemenangan dengan jumlah pemain lebih sedikit menunjukkan ketahanan tim pada fase akhir. Dari sudut pandang tuan rumah, tidak berhasil menyamakan skor menjelang akhir memerlukan pembenahan penyelesaian akhir.
PSIM Yogyakarta Harus Mengevaluasi Empat Kekalahan Beruntun
Keberhasilan PSM Makassar meraih hasil tandang memiliki arti besar karena merupakan kemenangan pertama musim ini bagi Juku Eja pada musim liga yang sedang berlangsung. Menyusul empat pertandingan tanpa kemenangan, Juku Eja mampu meraih kemenangan yang dibutuhkan. Hasil positif tersebut membuat Juku Eja mengumpulkan lima poin dari lima pertandingan. Berdasarkan posisi setelah pekan kelima, PSM menempati peringkat ke-13. Peningkatan perolehan poin dapat menambah kepercayaan diri skuad.
Sebaliknya, kegagalan meraih poin memperpanjang periode sulit. Skuad PSIM Yogyakarta mencatat empat kekalahan beruntun. Setelah lima pertandingan, PSIM baru mengumpulkan satu poin dan tertahan pada urutan ke-16 klasemen sementara. Situasi klasemen tersebut menjadi tantangan besar. Sekalipun tuan rumah mencatat penguasaan bola tinggi, peluang yang diperoleh belum menghasilkan kemenangan. Dalam pertandingan melawan PSM, PSIM memiliki dominasi penguasaan hingga 72 persen, tetapi hanya menghasilkan satu gol. Statistik itu menunjukkan bahwa penguasaan bola membutuhkan penyelesaian efektif.
Kesimpulan: Gol Fahrul Aditia dan Stefan Jevtoski Menentukan Kemenangan PSM
Hasil positif PSM dengan skor 2-1 menjadi pencapaian berharga dalam perjalanan BRI Super League 2026/2027. Dua penyelesaian akhir yang dicetak Fahrul serta Jevtoski membawa tim tamu unggul dua gol. Meski memiliki keunggulan 2-0, pengusiran kapten PSM pada menit ke-79 menambah tantangan tim. Balasan PSIM pada menit ke-82 memperkecil selisih menjadi satu gol. Meski demikian, tim tamu mampu menjaga hasil hingga akhir.
Untuk tim asuhan Darije Kalezic, hasil positif tersebut membuka peluang memperbaiki konsistensi. Di sisi PSIM, rangkaian empat pertandingan tanpa poin membutuhkan pembenahan performa. Di tengah perjalanan musim yang masih panjang, kemampuan menjaga konsentrasi memiliki peran penting. Dari sudut pandang Anda, apakah PSIM dapat bangkit setelah mengalami empat kekalahan beruntun? Ceritakan analisis Anda mengenai hasil PSIM melawan PSM.






